Sejarah Paveti

Sejarah

I. LATAR BELAKANG.

Konsep dasar terbentuknya perkumpulan Paramedik Veteriner Indonesia ( PAVETI ) yang semula dideklarasikan bedirinya dengan nama Ikatan Paramedik Veteriner Indonesia (IPAVETI) pada tanggal 4 Februari tahun 2000 adalah adanya kesadaran dan semangat bersama sesama paramedik veteriner untuk bersatu saling membina diri dalam satu wadah profesi yang bertingkat nasional, sosial dan independen.

Karena selama ini paramedik veteriner hanya dikenal sebagai tenaga teknis/PPL/PNS biasa yang pendidikanya sangat variatif, SKMA/SNAKMA, SPP/Ahli madya/SMU Plus Diklat khusus yang tersebar diberbagai macam unit kerja seperti : Dinas Peternakan, Poskeswan, Laboratorium, BIB, BET, BPMSOH, BPPV, BPTU, Loka Pengujian Pakan Ternak, Balai pengujian Produk Peternakan, Balivet, Balitnak, Pusvetma, Karantina Hewan, Penyuluh Pertanian, Departemen Kehutanan, Departemen Hankam, Swasta dan wira usaha.

Upaya mewujudkannya dimulai dengan pertemuan reuni alumni SKMA/SNAKMA/SPP se JABODETABEK tanggal 26 Juni 1993 di Jakarta dengan membentuk satu wadah pembina “Ikatan Tenaga Tehnis Peternakan Indonesia (ITPI) dan sebagai pelaksana : 7 orang perwakilan dari unit kerja : Gabriel Hayon/Ketua dari Karantina Hewan, Gunawan Ramli/wakil ketua dari BALIVET, dengan anggota Muslan/Dirjenpet, Hadiono/Dinpet DKI,Suwarni/PUSLITBANG,Kuswara/BADIKLAT Cinagara dan Dudung Rahmat/ wira swasta. Namun karena berbagai hal usaha panitia 7 tersebut tidak tewujud.

Keberadaan paramedik veteriner sebagai satu profesi belum begitu dikenal masyarakat namun aktivitasnya sebagai tenaga kesehatan hewan dalam melakukan berbagai tindakan pemantauan,pengamatan dan pencegahan penyakit hewan serta pengamanan produk hewan telah mengindikasikan bahwa tenaga paramedik veteriner merupakan suatu potensi yang besar yang kalau dibina secara baik, terarah, sistematis dan berkesinambungan akan sangat bermanfaat bagi pembangunan nasional khususnya dibidang peternakan,pengembangan kesehatan hewan,pengendalian hama dan penyakit hewan serta pengamanan produk asal hewan Lingkup kegiatan paramedik veteriner yang beraneka ragam disamping karena pendidikannya yang bersifat umum belum mengarah kesuatu profesi juga karena tidak/belum ada usaha paramedik veteriner sendiri untuk membentuk satu wadah pembina dan penyalur aspirasi paramedik veteriner sehingga masing-masing berjalan sendiri tanpa koordinasi dan komunikasi yang terarah.

Perkembangan tingkat kesadaran masyarakat akan kebutuhan tenaga paramedik veteriner semakin meningkat terutama dalam memelihara dan menjaga kesehatan hewan serta pengamanan produk sehingga masyarakat dijamin aman dan nyaman dari akibat yang ditimbulkan oleh hewan maupun produk hewan.

Dengan terbukanya era pasar bebas/globalisasi, meningkatnya perkembangan populasi dan produksi ternak, perkembangan ilmu pengetahuan dan tehnologi peternakan,naiknya pendapatan perkapita,pergeseran pola menu makanan dari nabati ke produksi ternak, kecenderungan impor hewan dan produk serta meningkatnya populasi penduduk Indonesia maka Indonesia akan merupakan pasar yang potensial bagi negara-negara industri, berarti membuka peluang dan kesempatan kerja bagi tenaga paramedik veteriner.

Dalam sistem pembinaan kesehatan hewan nasional (sisbinkeswannas) yang dikembangkan pemerintah untukmembangun peternakan, paramedik veteriner merupakan salah satu unsur pelaksana teknis yang harus dikembang-tingkatkan pengetahuan dan ketrampilannya agar siap berada digaris depan pada unit-unit pelayanan setiap subsistem sisbinkeswannas seperti :

a) Pengembangan perlindungan sumberdaya ternak

b) Pengembangan pengamanan lingkungan budidaya ternak

c) Pengembangan pelayanan kesehatan hewan terpadu

d) Pengembangan pengamanan hasil ternak

e) Pengembangan sarana kesehatan hewan (obat hewan, vaksin dll)

Dengan demikian peran tenaga teknis hewan secara umum erat kaitannya dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan peternak dan masyarakat melalui:

a) Upaya peningkatan produksi

b) Upaya lingkungan budidaya yang sehat dan

c) Upaya penyediaan pangan asal hewan yang aman,sehat,utuh dan halal untuk konsumsi manusia (asuh)