Tingkatkan Kompetensi Paramedik Veteriner, DPD PAVETI DIY dan Prodi Keswan SV UGM Gelar Temu Profesi dan Seminar
Ketua Departemen Teknologi Hayati Veteriner (THV) Prof.Dr.Drh. Ida Tjahajati memaparkan terkait Permentan No. 3 Tahun 2019 tentang Jasa Medik Veteriner. Saat ini Paramedik Veteriner sudah dapat melakukan praktik dibawah penyeliaan dokter hewan dengan kontak penyeliaan pada empat jenis kompetensi melalui pengajuan Surat Ijin Praktek Paramedik (SIPP). "Apapun yang terjadi, Organisasi Profesi harus selalu aktif dan bersinergi dengan semua stakeholder peternakan dan keswan", harap Ida.

Yogyakarta - Peningkatan kompetensi dan pengetahuan Paramedik Veteriner (PV) di Indonesia menjadi tuntutan pada saat ini. Tantangan dunia kesehatan hewan yang semakin beragam adalah salah satu alasannya. Untuk itu, organisasi profesi harus mampu menjadi pionir dalam peningkatan kapasitas anggota.

Hal itu yang mendasari Dewan Pengurus Daerah Paramedik Veteriner (DPD PAVETI) Yogyakarta bekerjasama dengan Program Studi Kesehatan Hewan Sekolah Vokasi Universitas Gajah Mada (SV UGM) menggelar acara Temu Profesi dan Seminar Paramedik Veteriner, Sabtu (29/2). Temu profesi dan seminar kali ini mengangkat tema "Peningkatan Kompetensi Paramedik Veteriner dalam Rangka Pengendalian Penyakit dan Pengamanan Produk demi Terwujudnya Kesehatan Nasional".

Dalam sambutanya, Ketua Panitia Kegiatan Sugeng Zunarto, A.Md menyampaikan ucapan terima kasih kepada undangan, narasumber dan peserta yang hadir. Dekan SV UGM melalui Wakil Dekan Bidang Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Ibu Silvi meyambut baik diadakannya temu profesi PV. Ini sesuai dengan visi misi SV UGM, yaitu mencetak tenaga terampil dan berkompeten dibidangnya. Salah satu prodi tersebut adalah Diploma kesehatan hewan yang mencetak PV profesional. Silvi menyampaikan, kedepan prodi Diploma III di SV UGM akan beralih ke Diploma IV (Sarjana Terapan), sehingga mampu melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi.

Ketua DPP PAVETI yang diwakili Bendahara Umum Rusdiyanto A.Md, saat membuka acara menyampaikan bahwa tuntutan masyarakat terhadap mutu PV yang lebih baik dan mandiri akan semakin bertambah di masa mendatang. Oleh karena itu peranan dan fungsinya hendaknya lebih terfokus kepada perawatan (care), kesehatan (Health), kesejahteraan (Welfare), penggunaan (utility) dan produktivitas (productivity) hewan dan ternak. "Untuk itulah Paramedik Veteriner yang akan bekerja terus meningkatkan kompetensinya pada bidang-bidang yang berkaitan dengan penanganan pangan (food), laboratorium, Satwa akuatik (aquatic animal), satwa liar (wild animal) termasuk hewan kesayangan (pet animal), harap Rusdi.

Dimoderatori Drh. Clara Ajeng Ardita, M.Sc dari SV UGM, tiga narasumber yang hadir pun cukup beragam dan kompeten dibidangnya. Drh. Yuriati dari Puskeswan Girimulyo-Kulonprogo memaparkan tentang kasus antraks dan penanggulangannya yang terjadi di Kabupaten Kulonprogo awal 2017. Drh. Aniq Syihabuddin, Ketua PDHI Cabang Yogyakarta menyampaikan tentang kasus penyakit yang sering terjadi pada hewan kesayangan dan kaitannya dengan tupoksi Paramedik Veteriner.

Ketua Departemen Teknologi Hayati Veteriner (THV) Prof.Dr.Drh. Ida Tjahajati memaparkan terkait Permentan No. 3 Tahun 2019 tentang Jasa Medik Veteriner. Saat ini Paramedik Veteriner sudah dapat melakukan praktik dibawah penyeliaan dokter hewan dengan kontak penyeliaan pada empat jenis kompetensi melalui pengajuan Surat Ijin Praktek Paramedik (SIPP). "Apapun yang terjadi, Organisasi Profesi harus selalu aktif dan bersinergi dengan semua stakeholder peternakan dan keswan", harap Ida.

Senada dengan Ida, mewakili Kepala Dinas pertanian dan ketahanan pangan drh. Kurnia Tejawati pun mengapresiasi kegiatan ini, dan berharap Paramedik Veteriner ke depan semakin profesional. Sebanyak 140 orang peserta merupakan anggota dan calon anggota PAVETI asal Yogyakarta, Solo, Salatiga, Wonogori, Semarang, Surabaya dan Banjarbaru Kalimantan Selatan. Undangan yang hadir berasal dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi DIY, Dinas yang membidangi peternakan dan keswan di Kab/Kota se Propinsi DIY, Balai Karantina Pertanian Kelas II Yogyakarta dan Balai Besar Veteriner Wates.

Acara berlangsung meriah dan lancar, diakhir acara panitia kegiatan memberikan cindera mata kepada narasumber dan undangan. Gelaran ini membuktikan bahwa anggota PAVETI selalu berupaya dalam peningkatan kapasitas dan kompetensi demi terwujudnya paramedik Veteriner yang Profesional, Solider dan Mandiri.

#TemuProfesi

#ParamedikVeteriner

#PAVETIJaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *